Volume 1 No 2 (2007)

Editorial


Edisi kedua dari arsitektur.net kembali hadir di hadapan anda untuk mengupas isu Arsitektur, Intervensi dan Keseharian. Konsep ‘keseharian’ (everyday) sejak mula diangkat oleh Henri Lefebvre telah memicu berbagai pertanyaan dan kritik mengenai cara pandang kita terhadap proses berarsitektur. Tujuh tulisan yang disajikan di sini mencoba menampilkan beragam sudut pandang dalam melihat arsitektur sebagai sebuah wujud intervensi, terutama dalam konteks keseharian.

Dyah Esti Sihanani membuka diskusi dengan sebuah pembahasan unik tentang intervensi oleh arsitek dalam komik Asterix sebagai sebuah representasi kekuasaan arsitek dalam menentukan order. Dua tulisan selanjutnya mengupas intervensi dari modernitas dalam keseharian. Niken Palupi mengangkat pertentangan antara tradisi dan modernitas dalam arsitektur dan kehidupan sehari-hari. Sementara Rachmat Rhamdhani berupaya meredefinisikan pemahaman tentang keseharian dalam konteks kehidupan modern, seberapa jauh sesungguhnya modernitas dapat dianggap menyelubungi keseharian.

Selanjutnya Radhie Alfha memberikan penjelasan kecenderungan intervensi dari arsitektur menuju homogenitas, serta menghilangkan heterogenitas yang sesungguhnya merupakan karakter dari keseharian manusia. Terry Fontine mengupas berbagai aspek-aspek dalam konsep everyday yang berperan dalam proses intervensi arsitektur dalam kehidupan manusia, yang didukung oleh Setya Mariana yang membahas pentingnya mengangkat pemahaman terhadap keseharian sebagai salah satu pendekatan dalam memahami ruang. Lusi Indah menutup diskusi dengan sebuah argumen tentang keragaman dalam mempersepsikan arsitektur baik oleh masyarakat umum maupun oleh kalangan arsitek.

Tulisan-tulisan di edisi ini tentunya meninggalkan sejumlah pertanyaan, bahkan keraguan terhadap praktek intervensi arsitektur yang selama ini berlangsung dalam keseharian manusia. Lebih jauh lagi muncul pertanyaan reaksi-reaksi apa yang mungkin timbul dari wujud intervensi tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini tentunya tidak menuntut adanya sebuah jawaban yang jelas, karena pencarian makna arsitektur sebagai sebuah intervensi merupakan sebuah proses refleksi yang terus-menerus.

Mari kita bersama-sama merefleksikan praktek berarsitektur kita dalam konteks keseharian.


Yandi Andri Yatmo & Paramita Atmodiwirjo
Editor


>>back to table of contents

>>back to table of contents